Membasuh Luka dengan Simpul: Catatan Hangat dari Kelas Macrame & Self Healing
Pernahkah merasa dunia begitu bising, namun dipaksa untuk tetap hening? Di balik kata "aku tidak apa-apa", sering kali ada hati yang sedang butuh ruang untuk sekadar bernapas.
Sabtu kemarin, tepat pada tanggal 14 Februari 2026, sebuah sudut di Highland Cafe & Bakery, Kuningan, menjadi saksi bisu dari sebuah perjalanan pulang menuju diri sendiri. Kami berkumpul bukan sekadar untuk belajar menyimpul tali, melainkan untuk mengurai benang-benang kusut yang selama ini tersembunyi di dalam dada.
Saat Jemari Bicara, Saat Hati Mendengar
Bersama Vivit Tistawaty, S.Psi, seorang Mental Health Practitioner yang luar biasa, kami diajak untuk masuk ke dalam ruang refleksi. Melalui sesi Reflective Journaling, kami belajar bahwa mengakui rasa lelah bukanlah sebuah kelemahan. Justru, itu adalah langkah awal untuk sembuh. Kami menuliskan beban yang selama ini dipendam, membiarkan pena menari di atas kertas, melepaskan ekspektasi orang lain yang selama ini kami pikul sendirian.
Menenun Tenang di Ujung Jari
Di sisi lain, Ibu Siti Syarifah (Founder Rumah Kreasi Salma Project) dengan penuh kesabaran membimbing jemari kami. Ada keajaiban yang terjadi saat kita fokus membuat simpul demi simpul makrame. Pikiran yang tadinya riuh perlahan mereda. Fokus kita berpindah dari kerumitan hidup ke ritme tangan yang menyilang dan mengunci tali.
Bagi kami yang hadir, makrame hari itu bukan sekadar kerajinan tangan. Setiap simpul yang kami ikat adalah simbol keberanian untuk tetap kuat. Dan setiap helai tali yang menjuntai adalah bentuk keikhlasan untuk melepaskan apa yang memang harus dilepaskan.
Pulang dengan Perasaan yang Lebih Ringan
Melihat senyum para peserta di akhir acara adalah pemandangan yang paling menyentuh hati. Kami datang membawa beban, namun pulang dengan membawa karya cantik di satu tangan, dan perasaan yang jauh lebih ringan di tangan lainnya.
Terima kasih untuk setiap jiwa yang sudah hadir dan berani jujur pada dirinya sendiri. Terima kasih telah mengizinkan kami menjadi bagian dari proses healing.
Ingatlah, tidak harus selalu terlihat kuat sendirian. Terkadang, yang kita butuhkan hanyalah waktu sejenak, seuntai tali, dan ruang yang aman untuk kembali menjadi diri sendiri.
Sampai jumpa di simpul-simpul ketenangan berikutnya. Semoga damai selalu menyertai langkahmu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar